Gubsu: Pemuda Indonesia Harus Berani Bersatu


9940

Doloksanggul.

   Pemprovsu bekerjasama dengan Pemkab Humbang Hasundutan menggelar diskusi panel dalam rangka hari sumpah pemuda ke-89 tingkat Provinsi Sumut bertempat di Aula Huta Mas Doloksanggul, Kamis (19/10).

Dalam sarasehan itu tampil sebagai nara sumber, Kadis Pendidikan Humbahas Drs Jamilin Purba dan Yan Amarni Lubis dari Forum Media Komunikasi Tradisional Sumut. Kegiatan dipandu Kadis Kominfo Humbahas Drs Hotman Hutasoit.

Sambutan Gubsu Dr Ir HT Erry Nuradi yang disampaikan Kadis Kominfo Humbahas Hotman Hutasoit mengatakan bahwa kaum muda Indonesia, peringatan hari sumpah pemuda selalu memicu inspirasi dan motivasi baru untuk memajukan bangsa Indonesia. Setiap tahun berkesempatan merasakan kembali tekad, semangat dan harapan pemuda-pemudi di zaman pergerakan yang mengikrarkan Indonesia yang bersatu yaitu satu tanah air, satu bangsa, satu Bahasa Indonesia. Cita-cita lelehur itu telah merajut kemajemukan menjadi suatu keutuhan yang bertujuan merdeka dan bebas dari kekangan untuk menentukan masa depan sendiri.

Para pemuda-pemudi saat itu juga sangat sadar bahwa tuntutannya mensyaratkan tanggungjawab bersama yang terus menerus untuk membuktikan kemampuan bangsa ini mewujudkan harapan-harapan rakyatnya. Kekuatan tekad dan semangat inilah yang harus terus dikembangkan. Belakangan ini semangat kebangsaan di tanah air sedikit merenggang. Situasi ini dipicu antara lain menggumpalnya kembali primordialisme, baik agama maupun kesukuan yang diikuti sikap kurang empati terhadap pihak di luar kelompok. Belum lagi ketika pihak-piahk tertentu yang menginginkan Indonesia dirundang masalah turut andil. Persoalan tentu menjadi tambah runyam karena tantangannya tak hanya datang dari internal tapi juga eksternal.

“Kalau kita konsisten dengan sejarah eksistensi republik ini, semestinya kita pun sadar kemerdekaan negara ini diraih dengan keringat dan darah berbagai elemen bangsa ini, bukan satu dua kelompok saja. Disamping itu, tak ada yang membantah rakyat Indonesia kini merdeka secara politik dari penjajahan bangsa lain. Namun satu hal yang penting dicermati dari nikmat kemerdekaan ini, apakah bangsa Indonesia juga sudah merdeka dari belenggu egoisme individu atau golongan ?. Indonesia memiliki lebih dari 1.000 suku, ratusan Bahasa Daerah dan ribuan unsur kebudayaan lain yang berbeda-beda” ucap Gubsu dalam sambutannya.

9959

   Kebhinnekaan tersebut tentu berdampak pada pluralitas kepentingan. Bayangkan, bila tiap entitas itu sama-sama memaksakan keinginan betapa kacaunya kehidupan berbangsa dan bernegara kita, apalagi jika perbedaan entitas tersebut digunakan sebagai satu-satunya dasar untuk berteman, berkumpul, bertetangga, berorganisasi dan berdemokrasi. Manusia terlahir dalam lingkungan dan batasan-batasan sosial tertentu yang membuatnya kini masuk sebagai sosok dengan identitas tertentu pula, etnik, ras, kedaerahan bahkan agama. Menghargai keberagaman berarti berani melampaui sekat-sekat sempit identitas itu, lalu menyelami substansi prinsip bahwa manusia diciptakan setara.

   Situasi batin itu pula yang dialami para pendiri bangsa ketika bersusah payah merumuskan titik temu pada masa awal-awal pendirian republik ini. Para tokoh tak lagi melihat kepentingan individu atau kelompok tetapi nasib bangsa Indonesia secara keseluruhan.

   Sidang BPUPKI 1945 ialah cerminan betapa komitmen kebangsaan saat itu demikian kukuh. Perbedaan pandangan, perdebatan sengit, pertarungan kepentingan dan kompromi-kompromi tentu ada, namun semuanya bisa terlewati karena kebesaran hati masing-masing dan visi yang luas dan berjangka panjang. Jauh sebelum itu, ikrar sumpah pemuda pada 1928 menandai berdirinya tonggak utama sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Sumpah Pemuda merupakan kristalisasi semangat beragam kalangan untuk menuju satu cita-cita Indonesia raya. Yang menarik dari fenomena terakhir ini ialah fakta peristiwa seheroik itu digerakkan kalangan muda, kalangan yang kadang dianggap labil dan tidak matang. Kenyataan ini menegaskan akan potensi dan progresivitas mereka dalam menciptakan terobosan perubahan.

“Kita masih optimis Indonesia dihuni mayoritas penduduk yang mempunyai kepedulian yang tinggi akan persatuan dan kesatuan negeri ini. Hanya dinamika didalamnya kadang menimbulkan gejolak yang bila tidak disikapi secara bijak akan menggerogoti keutuhan bangsa ini. Fenomena kerenggangan hanya akan menjadi masalah sesaat ketika kita insaf akan pentingnya kebersamaan dan terus-menerus berupaya mengkonsolidasikan diri sesama anak bangsa Indonesia tercinta ini. Diperlukan keberanian untuk menanggalkan ego golongan untuk menyatukan Indonesia, untuk itu pemuda Indonesia harus berani bersatu” kata Gubsu lagi.

   Gubsu mengharapkan dengan dilaksanakannya diskusi panel semoga dapat menggelorakan semangat berani bersatu dikalangan pemuda Indonesia dalam upaya menjaga keutuhan NKRI.

Hj Afini SE selaku panitia dari Dinas Kominfo Sumut menjelaskan tujuan diskusi ini meningkatkan semangat pemuda dalam mengimplementasikan nilai-nilai sumpah pemuda. Membangkitkan dan memantapkan generasi muda yang memiliki kualitas integritas yang tinggi. Kemudian mendorong pemuda sebagai pelopor semangat kebangsaan dalam kebhinnekaan. Memacu pemuda sebagai pemersatu NKRI dengan menggelorakan semangat berani bersatu. Peserta dalam diskusi itu yaitu para pelajar SMP, SMA dan SMK yang berada di Kabupaten Humbang Hasundutan. Kelompok pelaku seni dari Sanggar Humbang Nauli juga hadir dalam sarasehan itu. (rel/rhs/Diskominfo).

 Keterangan gambar:

9940: Kadis Pendidikan Humbahas Drs Jamilin Purba, Kabid PIP Dinas Kominfo Sumut Hj Afini SE, Kadis Kominfo Humbahas Drs Hotman Hutasoit dan Yan Amarni Lubis dari Forum Media Komunikasi Tradisional Sumut foto bersama dengan peserta sarasehan dalam diskusi panel dalam rangka hari sumpah pemuda ke-89 tingkat Sumut di Doloksanggul.

  1. Kadis Pendidikan Humbahas Drs Jamilin Purba, Kabid PIP Dinas Kominfo Sumut Hj Afini SE, Kadis Kominfo Humbahas Drs Hotman Hutasoit dan Yan Amarni Lubis dari Forum Media Komunikasi Tradisional Sumut foto bersama dengan Kelompok pelaku seni dari Sanggar Humbang Nauli dalam diskusi panel dalam rangka hari sumpah pemuda ke-89 tingkat Sumut di Doloksanggul.